Keutamaan Diam Aktif adalah;
- Dapat menghemat kata-kata yang berpeluang menimbulkan masalah.
- Kemungkinan tipis tergelincir/keseleo lidah yang dapat menjadi dosa.
- Dapat mengokohkan hati tetap tidak riya’, sum’ah, ujub, takabur, congkak.
- Menjadi pendengar dan pemerhati yang baik sehingga setiap kali menghadapi persoalan pemahamannya mendalam maka dalam pengambilan keputusanpun jauh lebih bijak dan arif.
- Dapat menimbulkan kewibawaan tersendiri. Tanpa di sadari dari sikap dan penampilan kita orang lain akan menjadi lebih segan untuk mempermainkan atau meremehkan.
- Yang tidak kalah pentingnya adalah hatinya bercahaya terang sehingga dapat memberikan ide dan gagasan yang cemerlang tampak dari ramah wajahnya, cakap budi bahasanya, santun tutur katanya, sopan lagak dan gayanya.
Diam aktif adalah bukan bisu akan tetapi upaya menahan diri dari; diam dari perkataan dusta, sia-sia, keluh-kesah, pamer, ujub, berlebihan, melaknat, menhujat, menyakitkan hati, sok tahu dan sok pintar, komentar spontan dan cletukan alias nyeruwing atau saur manuk, dll.
Mudah-mudahan kita menjadi terbiasa berkata benar atau diam. Semoga Allohu Subhaanahu Wa Ta’alaa ridho membimbing lisan kita mengucapkan kalimat thoyyibah “Laa ilaaha il-lalloohu”saat ruh kita akan dijemput ajal, sebagai puncak akhir perkataan yang akan menghantarkan kita kesurga.
Bersambung ...! Insyaa Alloh.